Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Cinema Spells: Review Film The Exorcism of God (Dosa yang Menghantui dan Membunuhmu Perlahan)
Bagaimana jadinya jika dosa yang
kalian lakukan selalu menghantui dan mengganggu hidup, bahkan selang
bertahun-tahun kemudian? Terlebih lagi jika dosa itu begitu besar dan
memberikan dampak mengerikan di masa depan. Kalian ingin mengakui semua
kesalahan itu, hanya saja jika mengaku, semua yang kalian pertahankan akan
sirna dan berakhir sia-sia.
Kegetiran inilah yang dialami
oleh Pastor Peter Williams dalam film The Exorcism of God. Ia merasa
hidupnya terus dihantui oleh dosa yang tak kunjung ia akui pada Uskup maupun
rekan pastor lainnya.
SYNOPSYS
Film langsung memperlihatkan
kacaunya situasi rumah seorang gadis yang tengah kerasukan iblis. Keluarga
tersebut memanggil Pastor Peter Williams (Will Beinbrink) dan memohon kepadanya
untuk segera melakukan upacara pengusiran setan (exorcism). Awalnya ia
ragu, namun melihat kondisi Magali (Irán Castillo) yang begitu miris, ia nekat
bertindak. Ia bahkan tak menghiraukan larangan dari mentornya yang yakin bahwa
Peter belum siap secara spiritual.
Benar saja, iblis tersebut
mengetahui celah iman Pastor Peter dan memperdayainya hingga jatuh ke dalam
dosa. Peter dirasuki dan menodai Magali yang sedang tidak sadarkan diri. Meski
sadar akan kesalahannya, Peter tak cukup berani untuk mengaku kepada Uskup
ataupun mentornya. Orang-orang hanya tahu bahwa Peter berhasil mengusir iblis
Balban dari tubuh Magali.
Sejak saat itu, hidup sang Pastor
dipenuhi rasa bersalah dan muak atas perbuatan yang sebenarnya tidak ia
inginkan. "Buah" dari dosa tersebut tumbuh besar 18 tahun kemudian
menjadi seorang gadis bernama Esperanza (María Gabriela de Faría). Sayangnya,
seumur hidupnya Esperanza terus dirasuki oleh Balban. Mengetahui gadis itu
adalah darah dagingnya, mau tak mau Peter harus menyelamatkan Esperanza dari
cengkeraman iblis, apa pun risikonya.
MY OPINION
Aku akui film ini sangat berhasil
membuat penontonnya stres dan melongo keheranan dengan semua twist yang
disajikan. Bagaimana bisa seseorang terpikirkan alur sekejam ini? Sungguh di
luar nalar. Aku sampai beberapa kali menjeda film untuk mencerna semuanya.
Plotnya sudah gila, ditambah lagi dengan visual yang membuat dada sesak.
Bisa-bisanya figur suci digambarkan begitu menyeramkan di sini—aku sampai
bergidik ngeri berkali-kali.
Namun, ada beberapa bagian yang
menurutku "agak berlebihan". Terutama adegan saat para iblis
"mengusir" kehadiran Tuhan dari tubuh Pastor Peter menggunakan doa Bapa
Kami yang dipelintir dari sudut pandang kegelapan. Sangat mencekam dan
benar-benar membuat tidak nyaman. Selain itu, penggunaan CGI pada bagian figur
yang merayap di dinding terasa kurang halus; masih butuh sedikit polesan agar
terlihat natural.
Secara keseluruhan, film tahun
2021 ini cukup solid. Apresiasi sebesar-besarnya untuk Alejandro Hidalgo
sebagai director. Kusarankan iman kalian harus kuat, atau setidaknya siapkan
tontonan kartun atau animasi setelah ini untuk menjernihkan pikiran, karena
SUNGGUH FILM INI GILA BANGET! Sangat worth to watch dan mencengangkan
bagi siapa pun yang menginginkan sensasi horor yang ekstrem.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Cinema Spells: Review Film Bridge to Terabithia (Imajinasi Indah yang Menemui Gundah)
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment