Sering, dalam film kita menemui dialog atau monolog yang menyatakan suatu statement yang kurang lebih bunyinya "takdir itu tidak adil" ketika tokohnya putus asa atau kecewa. Namun bagi saya, statement itu harus diserukan sekeras-kerasnya oleh Hazel Grace Lancaster.
SYNOPSIS
Film yang mengandung bawang ini bercerita tentang Hazel (Shailene Woodley), pengidap kanker tiroid—yang telah menyebar ke paru-paru—yang berusaha bertahan hidup dari penyakitnya. Hidupnya membosankan, mononton, ia juga tertutup dan kerap enggan untuk berteman atau bersosialisasi. Ia dipaksa oleh keadaan untuk terus mengenakan selang oksigen di manapun, kapanpun untuk membantunya bernapas. Dia menggemari, membaca beratus-ratus kali suatu novel yang ia rasa segala apa yang ada didalamnya serupa dengan kehidupannya.
Kehidupan tanpa warna itu perlahan berubah ketika ibu dan dokternya terus memaksa Hazel untuk mengikuti komunitas yang anggotanya merupakan penyandang kanker-kanker lain—entah yang sudah sepenuhnya sembuh atau sudah berjuang. Segalanya di sana terasa membosankan sampai ketika ia bertemu Augustus Waters (Ansel Elgort), lelaki dengan selera humor aneh pun pola pikir yang eksentrik yang tadinya menderita kanker tulang hingga kakinya harus diamputasi, diganti fungsi oleh kaki palsu.
Secara ajaib, Hazel mulai keluar dari zona nyamannya, ia menjadi lebih ceria dan kerap tertawa bahagia. Keduanya dimabuk asmara dan selalu menghabiskan waktu bersama, hingga pada akhirnya takdir menegaskan bila keduanya harus dipisahkan oleh suatu kematian.
MY OPINION
Tidak seperti film romansa bertokoh penyandang disabilitas lainnya, film ini sepenuhnya berbeda dan terasa begitu nyata. Adanya twist yang membalikkan ekspetasi dalam film benar-benar menyesakkan. Film ini mengajarkan banyak sekali hal berharga, entah tersirat atau tersurat. Ketika menontonnya, kita mendadak tahu apa pandangan orang disabilitas terhadap dunia, atau keresahan mereka dan cara pikir mereka yang berbeda.
Film ini juga menunjukkan bila kenyataannya hal yang selalu kita impikan/dambakan ternyata dapat menjadi faktor utama suatu kekecewaan; menyadarkan ketidaksanggupan kita mengendalikan waktu; bahkan fakta pentingnya menghargai waktu dengan keluarga atau orang tercinta kita. Dalam beberapa poin, film ini juga menginspirasi dan memberi motivasi untuk selalu bersyukur dan mendorong kita untuk memenuhi waktu selama hidup dengan hal yang berguna.
Banyak quotes indah bertebaran di sepanjang dialog ataupun monolog film, emosi dan akting para aktor-aktris pun sangat menyentuh hati yang beberapa kali diselingi bumbu-bumbu komedi.
Film yang dimainkan oleh Shailene Woodley, Ansel Elgort, dan aktor-aktris ternama lainnya ini sangat disarankan untuk disaksikan di waktu luang dengan makanan pedas sebagai kudapan. Jangan lupa siapkan tisu juga, ya!
Comments
Post a Comment