Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells: Review Film Inhuman Kiss (Cinta Beda Dunia dan Takdir yang Menghalangi)


Sebagai kata sapa, aku akan bertanya—apa kalian pernah terlibat cinta beda agama? Lumayan ekstrem kuakui. Tapi bagaimana dengan cinta beda dunia? Atau bahkan dengan makhluk yang wajarnya ditakuti manusia?

Film berdurasi 122 menit ini menjelaskan sebagaimana menegangkan dan kacaunya suatu kisah cinta yang dibalut melodrama. Di mana seorang krasue menjalin hubungan dengan manusia biasa.

Krasue adalah kuyang perempuan versi Thailand, sedang untuk kuyang laki-laki biasa disebut Krahang. Bukannya berpasangan, justru Krahang ditakdirkan untuk membunuh Krasue. Keduanya telah jadi musuh alami.

Seperti yang kita ketahui, kuyang merupakan siluman yang hidup layaknya gadis biasa kala siang tapi mencari mangsa saat malam tiba. Kuyang dapat diwariskan atau merupakan turunan sedarah. Berbeda dengan kuyang yang (menurut mitos) dapat merubah manusia karena minyak kawiyang hijau, Krasue ini dapat menular lewat air liur Krasue lainnya. Meminum air ataupun kecupan bibir merupakan sarana utama penularannya. Jika air liur itu sampai pada perempuan, perempuan itu akan jadi Krasue. Lain lagi bila laki-laki yang mendapatkannya, ia bisa keracunan atau bahkan meninggal karenanya.

SYNOPSIS
Empat anak yang bermain petak umpet di hutan jadi adegan pembuka film ini. Seolah tak ada tempat yang lebih aman dan menyenangkan, mereka memilih untuk bermain di sana. Bahkan sepertinya mereka sengaja ke sana untuk mengisengi Noi yang tampak jeri di antara keempatnya.

Sai, Noi, Jerd, dan Ting akhirnya memulai permainan. Salah satunya jaga jadi anak lain mulai berlari untuk bersembunyi. Inilah saat ketidaklogisan horor muncul—dari semua tempat di dekat sana, Sai menarik Noi untuk pergi ke rumah kecil yang dirumorkan jadi tempat dikurungnya sosok krasue.

Bukannya bersembunyi, Sai malah membuka kotak misterius di dalam rumah itu. Terbukanya benda terlarang itu merupakan awal dari seluruh konflik yang disajikan film keluaran 2019 ini.

Tahun demi tahun berlalu dan mereka telah beranjak dewasa. Sai (Phantira Pipityakorn) sibuk menjadi perawat di klinik desanya, Jerd (Sapol Assawamunkong) jadi pemuda yang tampan dan aktif, Ting (Darina Boonchu) menjadi ibu rumah tangga di keluarga kecilnya, sedang Noi (Oabnithi Wiwattanawarang) diketahui menimba ilmu di luar kota. Jerd kerap mengisengi dan memberi perhatian lebih pada Sai, akan tetapi tampaknya Sai tidak memahami perasaan Jerd padanya.

Suatu ketika warga ricuh karena ternak mereka—dari ayam, kambing, sapi—mati dengan keadaan yang mengenaskan. Seolah hewan buas tengah mencabik-cabiknya. Anehnya, hanya jeroan yang dimakan sedang tubuh hewan itu tetap utuh. Maka dengan kenyataan ganjil itu, para warga beranggapan jika krasue telah menyerang desa mereka.

Di lain sisi, Sai merasa aneh dengan tubuhnya sendiri. Ada ruam-ruam merah di lehernya yang terus menjalar sampai dada dan bawah kepala. Pun tiap pagi ia terbangun, jendela yang ditutupnya terbuka begitu saja dan kasurnya akan berantakan seolah seseorang tengah mengacak-ngacaknya. Belum lagi darah-darah yang mengotori seprai kasurnya meski ia tidak punya luka terbuka. Sai curiga bila ialah krasue yang memakan ternak warga.

Dengan diam-diam, Sai akhirnya mengajak Jerd untuk pergi ke rumah tengah hutan yang pernah mereka kunjungi dulu. Namun bukannya menemukan apa-apa, Sai malah berpapasan dengan Noi yang sudah sangat tampan dan dewasa. Keduanya tampak sangat bahagia ketika bersua, dan disitulah Jerd sadar bila selama ini Sai menaruh hati pada Noi—begitupun sebaliknya. 

Rupanya Noi tidak datang seorang diri. Ia membawa sekelompok orang yang mengaku sebagai pemburu krasue itu lantaran mereka sudah membantunya menuntun ke desa ini. Awalnya jelas kepala desa—sekaligus ayah Sai—tidak suka dengan kedatangan mereka. Berniat mengusir orang-orang itu. Namun bagaimanapun karena jumlah ternak yang terbunuh terus bertambah dan warga-warga merasa resah, ia menerima sekelompok orang itu.

Jerd bergabung menjadi pemburu krasue, yang tiap malamnya akan berkeliling desa dengan senjata guna menangkap kedatangan makhluk itu. Entah kenapa Sai dan Noi merasa gelisah saat tahu Jerd akrab dengan para pemburu krasue. Tapi mereka tidak berhak memerintah Jerd apa pun alasan mereka.

Suatu malam, Ting heboh dan menjerit bila anaknya hilang. Para pemburu krasue pun makin waspada dan yakin bila krasue-lah dalang dari hilangnya bayi mungil itu. Sai—yang tengah jadi krasue diserang oleh peluru-peluru karena membawa bayi itu. Akhirnya ketika sadar, Sai melepaskan bayi Ting dan terbang pulang ke rumahnya. 

Melihat refleksi diri, ia sedih dan merasa jijik dengan kenyataan bila makhluk pemakan jeroan itu merupakan dirinya sendiri. Di lain sisi, Noi yang ingin melindungi Sai dari 'krasue' yang masuk ke kamar gadis itu malah mendapati bila Sai lah krasue itu.

Sai merasa amat-sangat malu, ia takut Noi akan menjauh atau bahkan membencinya. Namun Noi malah menawarkan diri untuk membantu Sai. Ketulusan cinta membuat Noi enggan berpaling dari Sai, karena baginya Sai tetaplah Sai.

Sejak saat itu, Noi mulai berburu ayam dan 'mempersembahkan'nya pada Sai tiap malamnya. Hal itu dilakukannya agar gadis dalam bentuk krasue itu tidak keluar dan mati konyol dibunuh para pemburu. Sai merasa sangat bersyukur dan makin jatuh hati pada lelaki itu. Keduanya terus menghabiskan waktu bersama dan Jerd cemburu akannya.

Mereka pikir mereka akan baik-baik saja. Pikir Noi, Sai akan aman dan tak akan ada yang tahu jati dirinya lepas mereka menemukan ladang tumbuhan yang akan menghentikan perubahan krasue. Namun takdir berkata lain, ladang itu dibakar dan Sai tertangkap basah oleh warga jika ia merupakan seorang krasue. Meski Sai tidak akan memangsa atau menyerang manusia, para warga tidak peduli dan menyerang tubuh Sai yang tanpa kepala.

Janji Noi untuk membawa Sai ke Bangkok tak akan pernah terlaksana. Cinta keduanya pun tidak direstui oleh angkasa. Krahang menampakkan diri dan makin mengacaukan semuanya.

MY OPINION
Aku sangat menyukai film ini yang menggambarkan salah satu opiniku, bila: tak semua makhluk halus/apapun itu yang punya gambaran buruk di mata masyarakat adalah jahat. Mereka tetap punya hati dan sisi baiknya tersendiri.

Ketulusan cinta, persahabatan, kekeluargaan turut digambarkan di film ini. Ada pesan kuat yang bisa ditangkap setelah menonton ini. Takdir pun kembali disalahkan di film ini. Aku bahkan rela mengutuk siapa pun itu yang menciptakan ending Inhuman Kiss. Seperti film/serial Thailand lain, dialog-dialog film ini benar-benar menyentuh hati. Yang pasti, mata kalian akan sembab karena kisah Sai dan Noi.

Tak ada kekurangan menonjol atau hal mengganggu dari film satu ini. Animasi dari krasue dan krahang pun tak terlalu buruk dan cukup smooth. Mungkin bentuk dari krahang saja yang membuatku merasa aneh, alih-alih takut aku justru tertawa. Untuk luka-luka buatan di tubuh Jerd atau efek darah sangat-sangat mengagumkan. Terlihat nyata dan aku seolah ikut merasakan sakitnya. Jangan lupakan akting memukau semua pemain terutama Minnie Phantira meski ini film perdananya. Mengingat kenyataan-kenyataan tadi maka tak heran jika rating film ini cukup tinggi. 

Walau aku sudah menonton film ini cukup lama, aku tak keberatan untuk riset dan menulis review ini untuk kalian. Karena kurasa kalian patut menyaksikan film yang disutradarai oleh Sitsiri Mongkolsiri ini.

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.