Film yang amat-sangat menarik, aku dibuat jatuh cinta dengan segalanya yang ada di film ini. Dari para pemainnya, suasana yang dibangun, alurnya, epiknya transisi, SEMUA. Anna Taylor-Joy terlihat sangat menawan di film ini, ditambah adegan-adegan berlatar retro—1960an yang remarkable.
SYNOPSIS
Film ini bercerita tentang Ellie, gadis indigo dari desa yang lugu dan ceria. Ia sangat excited saat mengetahui bila ia diterima di salah satu Kampus dan akan pindah ke London untuk menggapai cita-citanya menjadi designer. Ia pindah ke Soho, London dan bertemu dengan beberapa gadis yang serampangan dan mungkin tunasusila.
Ketika mengetahui London tak seindah bayangannya selama ini, ia kecewa. Namun karena tak ingin berakhir seperti Ibunya, yang menyerah dan malah mengakhiri hidupnya, Ellie bertekad meneruskan mimpinya dan memilih untuk mencari kediaman baru.
Tak perlu pusing untuk lama, ia menemukan suatu tempat yang disewakan dari seorang wanita lansia—mungkin bisa disebut kos-kosan—yang sangat cocok untuknya. Barang-barang di dalamnya masih kuno dan seolah jauh dari peradaban. Barang kali juga mengingatkannya pada rumahnya di desa sana. Ada beberapa aturan membosankan untuk tinggal di tempat itu, tapi itu sama sekali bukan masalah bagi Ellie.
Di hari pertama bermalam di sana, secara ajaib dan penuh misteri Ellie mendapat penglihatan aneh dan bertemu dengan gadis yang sangat cantik pun memukau yang ia ketahui bernama Sandie—yang hidup di tahun 60an. Gadis itu bermimpi menjadi penyanyi, dan Sandie punya tekad untuk melakukan apa pun untuk menggapai itu—Ellie bisa melihatnya.
Sandie pun bertemu Jack, sosok yang memberi banyak harapan pada gadis itu dan malam mereka penuh asa juga tawa.
Di awal penglihatan itu, Ellie merasa bahagia dan bahkan menunggu-nunggu hari berakhir sehingga bisa menemui Sandie dan segala tentangnya dalam bunga tidur. Ellie mengidolan Sandie, merubah gaya pakaian dan bahkan rambutnya. Bisa dibilang ia terobsesi dengan Sandie.
Namun tiba-tiba saja semua penglihatan itu berubah, semua keceriaan dan kebahagiaan bersulih jadi kekelaman. Ellie terjebak, selalu dibayang-bayangi oleh penglihatan itu. Dunia realitanya tercampur lebur dengan penglihatan kian mencekam dan mulai menerornya.
MY OPINION
Saya memberi penilaian 99/10 untuk film ini, meski saya tahu orang lain tidak akan menilai setinggi itu. Mungkin saya dibuat jatuh cinta dan terpana oleh pesona Anna Taylor-Joy yang tidak bisa diragukan lagi, atau mungkin karena segi estetika, atau alur cerita, ketegangan yang tercipta, sampai ke karakter Ellie yang menarik dan boldy. Bahkan sejauh pengamatan saya (dan menurut saya pribadi), tak terdapat kekurangan fatal dari film yang disutradarai oleh Edgar Wright tersebut. Semuanya sukses dan dikemas dengan paripurna, meski untuk plot twist sudah tertebak di pertengahan cerita.
Mereka membuat film epic ini dengan perjuangan yang patut diacungi empat jempol. Adegan-adegan di dalam bar yang berlatar 1960an itu, yang penuh akan kaca rupanya tak sesederhana yang terlihat ataupun dikira. Bahkan menurut channel 'Insider', Anna Joy-Taylor dan Thomasin McKenzie berlatih seminggu untuk menyelaraskan gerakan keduanya ketika adegan bercermin bersama.
Menurutku, untuk film ini wajib kalian masukkan ke dalam watching list dan menjadi teman akhir pekan yang menyenangkan! Selamat menonton!
Comments
Post a Comment