Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells: Review Film The Perfect Date (Aplikasi Stand-man dan Cinta Tak Terduga)

Gimana pendapat kalian kalau tiba-tiba ada aplikasi stand-man di appstore? Aplikasi yang mendukung agar kalian kencan dengan seseorang lelaki untuk menggantikan orang lain? Terdengar seru, ya? Apalagi kalian bisa mengatur seperti apa kepribadian stand-man yang kalian 'pesan' ini.


SYNOPSIS

Semua ide gila tapi juga brilian ini Brooke realisasikan guna mencapai kampus impiannya. Brooks Rattigan (Noah Centineo) adalah lelaki cerdas yang mempunyai ego tinggi, ia bermimpi kuliah di Yale. Kerap membayangkan seolah Yale adalah seorang gadis impiannya dan bayangannya ia akan merasa hampa jika tidak masuk ke kampus itu. Di lain sisi dia diterima di suatu kampus, tapi sepertinya dia kurang tertarik dengan kampus itu.


Masalah nilai atau prestasi, Brooks sudah bisa memenuhinya. Melainkan untuk essay dan masalah keuangan ... Brooks kekurangan di sana. Kenyataan ayahnya yang tak lagi bekerja dan ia yang hanya bekerja sambilan di Subway jelas tak memungkinkan untuk masuk ke kampus favorit tersebut. Bahkan tak ayal dia digodai salah satu temannya—Reece—karena tampak menyedihkan dengan mobil usangnya.


Suatu ketika, Reece sedang membeli kebab dan secara tak sengaja Brooks dengar kebimbangan yang pria itu suarakan. Reece bimbang untuk menjemput saudara sepupunya, atau memanfaatkan timing menghabiskan waktu bersama pacarnya—berhubung orangtua pacarnya tengah tak ada di rumah. Brooks akhirnya kurang-lebih menawarkan diri untuk menggantikan tugasnya menjemput saudara sepupu Reece jadi Reece bisa bermalam di rumah kekasihnya. Hal itu Brooks lakukan demi bisa mengendarai mobil mewahnya sekaligus mendapat upah.


Brooks bertemu dengan Celia, gadis dingin, penuh sarkas dan bisa dibilang cukup savage. Gadis aneh yang uniknya bisa sefrekuensi dengan Brooks. Brooks bisa membuat Celia yang amat keras kepala itu menurutinya, bahkan Celia tampak nyaman berbicara apa saja di depan Brooks. 


Di pesta kelulusan saat itu, Brooks sempat menginjak kaki Celia saat dansa. Ia terlalu lama memusatkan pandangan pada Shelby—perempuan yang lumayan populer dan cantik. Karena kenyataan itulah Celia jadi badmood dan meminta agar Brooks menghantarnya pulang, bahkan dengan menekankan ke Shelby jika Brooks adalah kekasihnya.


Di perjalanan pulang, gadis itu setengah bercanda mengatakan jika lebih baik Brooks membuat aplikasi stand-man guna membantu gadis lain sepertinya. Gilanya, Brooks menerima saran konyol itu. Dengan bantuan Murph, rekan kerja sambilan juga sahabatnya yang seorang progammer—Brooks berhasil membuat aplikasi itu. Ia benar-benar menjadi laki-laki 'pesanan'. Berbagai nama yang beragam sifat dan kesukaan ia tampilkan dengan totalitas, sesuai dengan keinginan costumernya. Dari cowboy, lelaki yang gemar seni, anak punk, dsb.


Suatu hari, Brooks mengetahui jika Celia rupanya menyukai Franklin. Keduanya bekerja sama untuk membuat drama dan mencari cara agar Brooks berakhir dengan Shelby, dan Celia dengan gebetannya. Namun perlu diingat bila semua yang kita bayangkan tak selalu seperti yang kita harapkan. Belum lagi rasa egois, munafik, sampai manipulatif turut serta dalam kisah mereka. Hampir mengacak-acak semuanya.


Lalu, bagaimana dengan akhir cerita? Akankah bahagia? Akankah Brooks benar-benar mendapat apa yang diinginkannya?


MY OPINION

Entah karena keduanya roncom atau pemainnya yang sama, aku merasa melihat film To All The Boys That I Love Before—yang dibintangi Lana Condor, di film yang berdurasi 90 menit ini. Aku suka dengan karakter yang Noah mainkan, terasa relate jika mengingat bagaimana manusia-manusia sekarang bertindak laku.


Karena ini film netflix yang tidak begitu popular, sudah bisa dipastikan chemistry yang ada tidaklah sebagus itu. Tapi aku suka ketika Brooks dan Celia berinteraksi, seolah tengah melihat perdebatan langit dan bumi. Aku juga suka kenyataan film ini terang-terang menyatakan—lagi—tentang pahitnya dikecewakan oleh apa yang kita dambakan. Semuanya terasa original, terutama bagian Brooks membuat surat kepada Celia yang menurutku sweet-nya kebangetan.


Layaknya film western pada umumnya, kita tidak perlu meragukan efek suara atau sisi sinematiknya. Sudah dipastikan dibuat sedemikian rupa seolah kalian melihat drama itu dengan mata kepala. Dialog dan joke-joke yang bertebaran cukup menghibur, meski awalnya sempat bosan karena tidak tahu film ini akan pergi ke mana arahnya.


RATING

Visul cast: 8/10

Acting + sound effect: 9/10

Plot: 11/10


CLOSING

Untuk kekurangan dan kelebihan lainnya, kalian bisa simpulkan sendiri setelah menontonnya, ya!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.