Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells: Review Film Triangle 2009 (Misteri di Balik Kutukan Kapal Aeolus)

Jenis film satu ini sudah banyak jadi sub-genre film-film popular dari berbagai negara. Katakanlah time loop, di mana kita berada di satu kejadian/waktu yang terus terulang, dan tiap pengulangan itu akan amat serupa dengan saat sebelumnya. Sebelum munculnya Happy Death Day, In the Tall Grass, ataupun Sabar Ini Ujian ada film Triangle yang siap untuk meneror kalian dengan misteri-misterinya.

ALUR
Di awal film menampakkan keseharian Jess (Melissa George), single parent yang mempunyai anak pengidap autisme bernama Tommy. Dia diketahui tengah bersiap-siap untuk pergi ke pelabuhan dan pergi berlayar. Greg (Michael Dorman) mantannya, bersama Sally, Downey, Heather, dan Viktor sebagai awak kapal yatch—adalah orang-orang yang akan pergi bersama Jess untuk berlayar.

Begitu Jess tiba di kapal yang dimaksud, ada beberapa kejanggalan—yaitu keberadaan Tommy dan Jess yang datang dengan tangan kosong, tanpa tas kecil sekalipun. Viktor sempat menyatakan kepada Greg jika perilaku Jess aneh. Jess bahkan beralasan bila anaknya ada di sekolah, padahal ini hari Sabtu. Greg tak begitu memusingkan hal itu.

Sebelum benar-benar pergi, Greg menanyakan Jess apa ia sungguh ingin pergi berlayar. Begitu mendengar jawaban Jess, kapal pun mulai meninggalkan pelabuhan.

Meski Jess mengatakan ia ingin berlayar, firasatnya tak baik sejak mula. Ia merasa aneh dan linglung jadi tak banyak bicara. 

Ketika kapal kecil itu sudah berada di tengah lautan, tiba-tiba saja badai menerjang kapal mereka. Semuanya berusaha bertahan agar tidak terbang terbawa angin ataupun ombak besar, tapi kapal mereka malah terbalik dan Heather hilang terbawa arus air. Badai aneh itu hilang, dan kapal yang terbalik itu hanya terombang-ambing di tengah lautan.

Rasa putus asa mereka berubah jadi bahagia ketika kapal pesiar Aeolus datang mendekati kapal mereka. Mereka berseru minta tolong, akan tetapi tak ada yang menyahuti seruan mereka. Akhirnya tanpa pikir panjang mereka naik ke kapal besar itu melalui tangga dan mulai menelusuri seisi kapal misterius itu.

Tak ada siapa pun di kapal itu, yang jelas ganjil. Bahkan tak ada tanda-tanda manusia pernah ada di kapal itu. Di lain sisi Jess merasa sangat familiar dengan kapal, lorong, dan semua sudut yang ada di sana. Namun mereka berusaha berpikir positif dan sepakat menuju ruang utama. Barangkali mereka bisa bertemu dengan nakhoda atau awak kapal di sana.

Teror mulai menyapa ketika Jess dan Greg menemui tulisan dengan darah sebagai tinta di kaca salah satu kabin. Tulisan itu memerintah mereka untuk pergi ke ruang Teater. Setelah memutuskan untuk mengikuti perintah itu, Greg dan Jess berpisah. Jess akan menjemput Sally dkk sementara Greg pergi lebih dulu.

Namun Jess tak dapat menemui Sally atau Downey. Justru ia mendapati Viktor—yang telah berlumuran darah. Lelaki itu hendak mencekik lehernya tanpa alasan jelas, maka Jess melawan serangannya sampai Viktor tak lagi bergerak. Dengan ketakutan Jess berlari menuju ruang Teater, mengkhawatirkan keadaan Greg juga lainnya. 

Begitu sampai di sana, Greg sudah berlumuran darah dengan dada yang tertembak. Sally serta Downey terus mengumpatinya, berkata bila Jess lah yang membunuh Greg dengan senapannya. Saat ia menyangkal semua tuduhan itu, tahu-tahu peluru terlepas dan menghujani mereka. Sally dan Downey mati tertembak, sementara Jess melesat pergi. Melarikan diri.

Terjadi pertengkaran antara Jess dan pembunuh misterius berjas itu. Dengan cerdas Jess dapat menghindar, berlari, bahkan menyerang sosok itu sampai terpojok dekat palang kapal. Jess menanyakan siapa sosok itu, tapi dengan suara lirih sosok itu mengucapkan jika ia harus membunuh semuanya. Tanpa sempat bertanya lagi, sosoknya terjatuh dan menghilang tertelan ombak.

Jess menarik napas lega, meski bingung setelah ini ia harus apa untuk pulang dan menemui anaknya. Baru lega sesaat, terdengarlah seruan dari bawah sana yang membuatnya makin histeria. Ia menemui Greg, Viktor, Sally, Downey, serta dirinya di bawah sana—yang mana ia alami sebelum naik ke kapal pesiar ini. Maka terror juga misteri yang akan terkuak tiap adegan terus berlanjut sampai penghujung cerita.

MY OPINION
Film keluaran 2009 ini amat-sangat pantas mendapat apresiasi dari sisi alur, misteri, bahkan thiller-nya sekalipun. Terlampau mindblowing. Butuh konsentrasi penuh untuk memahami betul alurnya. Bahkan bisa dibilang sulit dipahami begitu saja oleh orang awam karena pretty complicated.

Tidak bertele-tele, on point, remarkable. Aku bahkan merinding dengan adegan akhir dari film ini, meski masih menyempil beberapa pertanyaan akan film satu ini. Masih ada misteri yang tidak bisa dijelaskan atau memang sengaja tak diungkapkan. Anehnya, kenyataan itu justru memberi kesan kuat terhadap film satu ini.

Siap bertanya-tanya dengan rahasia yang tersimpan di setiap detiknya?

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.