Sepertinya Korea memang jago membuat karya-karya masterpiece—dari film, drama, serial, buku, sampai musik sekalipun. Untuk skill acting dan plot mereka memang ahlinya. Kini industri hiburan Korea sudah mendunia, bahkan sampai melekat dengan Indonesia. Menurut laporan Government of South Korea's Ministry of Culture, Sports and Tourism (2023-2024) ada sekitar 70% - 80% dari pengguna internet di Indonesia (terutama di wilayah urban) aktif mengonsumsi setidaknya satu bentuk hiburan Korea (musik, film, atau drama). Sampai belum heboh rasanya jika tidak mengundang bintang tamu dari negeri gingseng itu. Meski kenyataan itu memprihatinkan, tapi tidak heran juga karena pesona idol Korea memang segitu hebatnya.
Bicara tentang film terbaik, sepertinya film yang dibintangi oleh Park Bo Young ini merupakan salah satunya. Film dengan main character yang sangat menggemaskan, unik pula karena menggabungkan elemen werewolf di dalamnya. Mari kita bahas film ini lebih lanjut lagi!
SYNOPSIS
Soon Yi (Park Bo Young) pulang ke Korea untuk mengurus rumahnya yang ada di daerah pegunungan, ditemani oleh cucu cantiknya. Tampaknya ia harus menjual tanah peninggalan ayahnya itu. Meski begitu sebenarnya dia masih bimbang untuk menjualnya, terlebih ia teringat peristiwa ±empat puluh tahun lalu.
MASA REMAJA SOON YI YANG MURAM
Soon Yi diketahui merupakan gadis yang punya penyakit paru-paru, dia dan keluarganya pindah ke rumah peninggalan ayahnya—dengan satu tempat bekas kandang serigala—untuk menetap. Entah sejak kapan tepatnya, ia tak pernah lagi terlihat bahagia. Rasa-rasanya murung jadi ekspresi tetapnya. Bahkan pada ibunya sendiri ia tak pernah menampakkan senyumnya.
Suatu hari, ketika tengah menjemur baju, Ibunya melihat sesuatu di dekat kandang serigala di pekarangan rumahnya. Wujudnya berupa manusia lelaki (Song Joong Ki), dan dia terlihat sangat lapar juga kotor. Bahkan cara jalannya seperti hewan, merangkak—ia pun tak bisa berbicara atau semacamnya. Mungkin karena kemurahan hati Ibunya, sosok itu dirawat oleh Ibu Soon Yi dan diperlakukan selayaknya saudara gadis itu dan adiknya.
Jelas di kali pertama Soon Yi tak suka padanya, apalagi saat makan sosok itu—yang disebut Chul Soo selalu mengacak-acak makanan yang seharusnya dimakan bersama. Namun ternyata, Chul Soo punya simpati lebih padanya sampai gadis itu tak lagi menjaga jarak.
Rasa penasaran berubah jadi rasa sayang, ia bahkan mempelajari bagaimana cara mendekati anjing—yang dipikirnya mirip dengan tingkah laku Chul Soo. Hidup terasa lebih berwarna bagi Soon Yi, Chul Soo yang tak bisa bicara tersebut jadi pelindung baginya. Dia bahkan mulai membuka diri untuk bermain dengan adiknya juga anak-anak lain di desa terpencil itu.
Ia kira hubungan keduanya akan baik-baik saja, akan berjalan sebagaimana semestinya. Seperti harapannya. Tapi mereka melupakan kehadiran Ji Tae (Yoon Yeon Suk)—sosok yang terobsesi dengan Soon Yi juga berhasrat untuk menghabiskan Chul Soo selekasnya. Dengan memanipulasi seorang kolonel, warga-warga bahkan Soon Yi sendiri—Ji Tae berhasil membuat Chul Soo layaknya sesosok monster.
Berbagai tuduhan itu tak terelakkan, melihat bagaimana liciknya Ji Tae membuat seakan Chul Soo 'liar' dan ingin memakan Soon Yi dalam beberapa kesempatan. Walau sempat ragu, Soon Yi tahu Chul Soo bukan sosok yang seperti itu. Dan untuk memastikan keselamatan sosok yang disayanginya tersebut, gadis itu terpaksa membuat Chul Soo pergi jauh. Sangat jauh darinya sampai jarak dan waktu jadi pemisah nyata dari keduanya.
MY OPINION
Kupikir setelah melihat judul film yang dirilis tahun 2012 ini, alurnya akan mirip-mirip dengan Twilight. Yang mengandung unsur-unsur semacam. Tapi rupanya film ini memuat kisah sederhana yang menggemaskan juga menegangkan di saat yang sama. Sungguh melenceng dari perkiraanku dari awal.
Aku suka perubahan karakter Soon Yi yang perlahan mau tersenyum juga tertawa karena kehadiran Chul Soo. Kuakui chemistry keduanya cukup bagus dan membuatku iri. Terlebih adegan di hutan ataupun di akhir film yang membuat gregetan.
Akting Song Joong Ki di film ini patut diajungi jempol, terlebih di adegan dia makan dengan rakus. Semuanya tampak natural—seperti film-film Korea pada umumnya dan membuatku jatuh cinta dengan tokoh yang diperankannya. Karakter Ji Tae juga membuatku gemas, ingin rasanya memeras ginjal tokoh satu ini.
Tone film ataupun sinematik tentu tidak perlu diragukan, Korea sudah unggul dalam hal itu. Tak ada cheesy sedikitpun dalam film itu, tak terdapat bagian yang memunculkan dejavu juga akan film lain. Dialog monolog sudah diatur, disusun rapi. Alur cerita sudah sangat baik, hanya saja aku benci akan endingnya. Kesannya bahagia, tapi entah kenapa ... ah, aku hanya kurang puas. Banyak pesan tersirat dari film ini, bukti nyata dari ketulusan cinta yang paling menonjol. Diperlihatkan pula jika kadang diamnya seseorang bisa memunculkan kesalahpahaman—yang dikasus ini, fatal.
Meskipun film ini sudah di-publish 13 tahun yang lalu, tapi kalian tidak akan terganggu dengan semua yang disajikan dari awal sampai akhir film. Maha karya ini akan jadi salah satu dari ke sekian film yang aku gemari.
RATING
Visual cast: 10/10
Acting + sound effect : 9/10
Plot: 8/10
Mungkin aku kurang detail dalam mendeskripsikan film ini, tapi percayalah dalam durasi ±2 jam kalian seakan menyaksikan dunia baru. Dimensi yang membuat kesan seolah kalian terlibat dalam konflik-konflik yang ada. Tak ada kata kecewa jika kalian menyaksikannya. Oh, jangan lupa siapkan tisu untuk menyeka air mata kalian! Selamat menyaksikan!
Comments
Post a Comment