Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells: Review Series Bought My Boyfriend on a Loan (Membeli Pacar dari Dark Web!)

 


Pernah berpikir segila itu untuk membeli orang dari website ilegal? Apakah kalian rela mengesampingkan semua konsekuensinya untuk mendapatkan pacar dari sana?

Ya, setidaknya di film ini semuanya terilustrasi—tanpa memasukan bagian kelamnya sama sekali.

Perlu kuakui web series satu ini amat menarik dan unik. Seperti halnya The 100th Love With You, series ini merubah pandanganku sepenuhnya atas dunia hiburan Jepang. Ternyata tak semua film Jepang memuat hal-hal tidak senonoh atau kontroversial, ataupun mengandung keabsurdan yang overload (alias cringe) dan cheesy.

Lagi-lagi aku dapat rekomendasi series ini dari short Youtube, padahal watchlistku telah membeludak sedari dulu. Mungkin hobiku adalah menonton film 'asing' yang tidak masuk dalam watchlistku sama sekali. Tapi yaa, setidaknya series ini menghiburku.

Dengan 8 episode yang berdurasi ±23 menit tiap episodenya, web series yang memiliki beragam judul ini sanggup mengocok perut kalian dengan segala keabsurdannya.

PLOT (SPOILER ALERT!) 
Dikisahkan Tae Ukishima (Erina Mano), seorang center resepsionis yang berkawan baik dengan dua resepsionis lainnya. Ketiganya sangat mendambakan pria kaum elit yang kelak mereka nikahi sehingga mereka bisa 'pensiun' dari pekerjaannya, lantas menua jadi ibu rumah tangga. Namun cita-cita Tae lebih mulia. Dia ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik, yang melindungi anak dan segenap keluarganya agar tetap harmonis dan bahagia.

Dia sudah memiliki pacar, Shunpei Shiraishi—contoh pria elit yang ia impikan, mereka sudah berkencan satu tahun lamanya. Akan tetapi walau sudah terikat hubungan, Tae merasa hubungannya belumlah resmi untuk dikatakan pasti akan menikah. Belum lagi acara makan malam atau kencan mereka sering dibatalkan lantaran tuntutan kerja pacarnya—berhubung Shunpei memang pekerja keras. Ia tidak pernah marah atau mempermasalahkan kesibukan pacarnya, hal itu dilakukannya agar Shunpei kagum padanya dan menganggap dia pacar yang pengertian. Meski begitu tentulah ia kecewa dan murka, maka ia memutuskan untuk makan sendiri berhubung sangat lapar.

Ketika hendak melahap daging yang sudah dipanggangnya, tahu-tahu seorang lelaki terduduk di mejanya. Lelaki asing itu mengajak Tae bicara dengan santainya, bahkan mengabaikan keterkejutan gadis itu saat ia terduduk di sana. Tak lama, datanglah dua lelaki dengan perawakan besar yang menyeret tubuh lelaki itu sampai mengemis pertolongan pada Tae. Masih pusing dengan masalahnya sendiri, Tae memutuskan menutup telinga dari seruan itu dan menenggak gelas birnya.

Saat Tae tengah belanja di swalayan untuk mengisi persediaan di rumahnya, ia mendengar salah satu kostumer menyerukan nama dari pegawai yang berdiri di sandingnya. Tae merasa mengenali nama juga wajah dari pegawai itu, akhirnya dengan percaya diri Tae bertanya apakah si pegawai merupakan Namba Reika (Hasegawa Kyoko)—seniornya yang mengundurkan diri karena telah menikah. Tae dan kedua temannya sangat mengagumi dia, apalagi Reika telah mencapai apa yang mereka impikan. Menikah dengan pria elit, mengundurkan diri, lantas menikmati waktu menjadi ibu rumah tangga.

Namun kenyataannya semua hal tak seindah yang ia kira, Reika bercerai setelah suaminya tahu sifat dia sesungguhnya. Yang kejam dan liar. Bukan kucing imut lagi, tetapi harimau—begitulah cara mereka mengilustrasikannya. Untuk memikat pria elit mereka harus jadi gadis yang polos dan penurut. Dan begitu mereka mendapatkannya, para gadis akan menunjukkan wujud aslinya.

Suatu hari, Tae bertemu dengan Reika kedua kali yang tengah berada di taman dengan anak serta pria asing yang membuatnya bertanya-tanya. Reika menjelaskan bila lelaki itu bukan sekadar pacar, tapi bisa jadi objek pelampiasannya atau justru budak yang taat pada semua perintahnya. Jelas Tae bingung karena ada laki-laki seperti itu di dunia, tapi sebelum Tae berpikir semakin jauh Reika memberi klarifikasi jika tidak ada lelaki yang serupa. Mereka begitu sebagai bentuk terima kasih mereka.

Tae makin penuh pertanyaan, maka Reika berinisiatif menjelaskan. Reika mengenalkan sebuah web ilegal kepada Tae, yang menjual pria-pria yang terlilit hutang dengan harga yang sangat tinggi. Reika menjelaskan bahwa ia membeli 'pacar'nya dari website ini—yang mendukung penyicilan tiap bulannya dengan harga yang sangat ringan bila dibandingkan harga aslinya. Reika menjelaskan statement gilanya juga, bahwa manusia butuh langit untuk dilihat dan tanah untuk dipijak. Yang jika diterjemahkan langit berarti para pria elit, sedang tanah adalah budak tempat pelampiasan. Maka alih-alih memberi semangat memperjuangkan Shunpei, Reika justru menyuruh Tae untuk membeli pacar dari web itu.

Gagal mendapat motivasi, Tae malah kembali mendapati pacarnya berjalan dengan berbagai jenis gadis berulang kali. Pacarnya bahkan menggunakan alibi bodoh bila mereka adalah adik, kakak, atau bahkan saudara jauhnya. Berhubung Tae tidak ingin kehilangan mimpi beserta pacarnya, ia menahan diri. Kesabarannya seolah diuji saat perempuan-perempuan tadi melabraknya, memerintah agar ia memutuskan hubungan dengan Shunpei. Sudah tentu Tae enggan, apa pun alasannya ia akan bertahan.

Pada suatu malam, dalam keadaan mabuk, Tae membeli salah satu lelaki yang sangat familiar baginya. Yang ternyata lelaki di restoran bir malam itu. Entah apa kehadiran Jun Setsuna (Ryusei Yokohama) merupakan berkat atau kutukan bagi Tae, karena ia kerap disusahkan oleh Jun—meski di lain sisi dia berhasil mendapatkan samsak bicaranya.

Dengan segala bantuan dan dukungan Jun, lepas melewati berbagai saat sulit dan gembira juga—bahkan diketahui bila Shunpei bukan playboy murahan seperti halnya pria lainnya, Shunpei melamar Tae dengan dialog menawannya. Tae jelas merasa senang dan bahkan berkaca-kaca. Akan tetapi ketika Shunpei ingin menciumnya, mendadak sekelebat bayangan tentang Jun muncul dan Tae malah berlari karena keraguannya. Tae kembali dihantui oleh kegagalan cita-citanya dan ia merasa putus asa, kali ini benar-benar menyerah karena Shunpei bahkan menolak teleponnya.

Berkat Jun yang meluruskan keadaan, Tae urung mengembalikan cincin lamarannya. Lebih-lebih ia mendapat lamaran kedua kali dengan Shunpei yang 1000% serius untuk menikahinya. Tae merasa bahagia dan menerima dua cincin di dua jari manisnya. Mereka menikah dan mimpi Tae pun jadi nyata, meski harus kehilangan Jun yang pergi dengan surat perjanjian 'pembelian'nya itu.

Satu tahun berlalu, Tae hamil dan dia mendapati bahwa suaminya sangat gila kerja. Bahkan suaminya tidak peka untuk menemaninya yang hamil tua. Maka sebagai senior yang 'baik', Reika menyodorkan website ilegal saat itu dan mendesak Tae untuk membeli pacar dari sana. 

Tae menolak dan bilang ia tak berminat karena tidak mengenal mereka, ia pun menggunakan pernikahan dan keluarga sebagai alibinya. Tapi begitu Reika berhasil menemukan Jun di deretan pria-pria yang dijual tersebut, Tae akhirnya setuju untuk membeli pria itu. Di momen begitu Jun tiba, Tae menyambutnya dan mengatakan bahwa Jun telah pulang ke rumahnya.

OPINI
Meski bertanya-tanya akan kelanjutan endingnya, aku sangat dipuaskan oleh bagaimana mereka mengakhiri cerita. Tidak seperti beberapa film/drama lain seperti Surplus Princess (2014) misalnya, yang berhasil memikat pria impiannya tapi malah berakhir dengan pria lain. Sebenarnya cukup adil, apalagi jika itu takdir. Tapi bagi cewek capricorn sepertiku—yang selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang diinginkan, kurasa kenyataan itu tidak menyenangkan. Kebahagiaan yang hampa.

Aku suka di mana Tae berhasil menikah dengan Shunpei, walau tak mengerti jelas bagaimana kehidupan rumah tangga mereka. Beberapa quotes yang diberi, entah dari sudut para wanita atau lelaki juga bagus. Bahkan dijelaskan sisi kelam suatu penceraian dan susahnya mempertahankan pernikahan di Jepang lantaran kesibukan kaum pria di dunia kerja. Syukurlah tidak ada adegan klise di mana tokoh ceweknya dalam bahaya/celaka lalu cowoknya menyelamatkan—atau sebaliknya. Tidak ada kiss scene sedikit pun di dalamnya, hanya sejauh pelukan saja.

Intinya secara keseluruhan web series ini memuaskan dengan uniknya karakter, dialog, alur, etc. Sebenarnya kisahnya tidak sememikat itu juga, walau sudah dikemas dengan menarik, di episode dan durasi sesedikit itu aku merasa bosan dan enggan melanjutkan. 

Meski begitu cukup menarik dan menghibur untuk ditonton di waktu luang, kok! Selamat menyaksikan!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.