Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Cinema Spells: Review Drama 'Doom at Your Service' (Kedatangan dari Kehancuran yang Begitu Rupawan)
Dapatkah kalian bayangkan sesosok Kehancuran datang dan mengetuk pintu rumah secara tiba-tiba? Lebih lagi saat sosok itu begitu tampan rupawan? Semua imajinasi gila dipadu dengan bumbu-bumbu romance yang menyenangkan itu tersaji dalam drama Korea Doom at Your Service dari tvN pada tahun 2021. Karena memiliki kemiripan tema dengan drakor My Demon (2023), aku tertarik menonton drama 16 episode ini.
SYNOPSIS
Kisah bermula dari kehidupan malang Tak Dong Kyung (Park Bo Young), seorang editor dari novel web yang dihujani cobaan oleh Tuhan. Sedari kecil ia kehilangan orang tuanya dan tumbuh bersama dengan adik serta bibinya. Semenjak kedua orang tuanya meninggal, dia jadi susah berekspresi dan bahkan tidak pernah menangis. Karena merasa tidak boleh terus-menerus merepotkan bibinya, maka dia ganti-ganti pekerjaan sampai akhirnya menjadi editor. Ia bahkan tak sempat mengejar mimpi demi untuk menghidupi diri sendiri dan adiknya. Meski atasannya menyebalkan dan berbuat seenaknya, dia bertahan karena butuh pekerjaan. Namun ternyata selama ini dia menderita Glioblastoma dan kemungkinannya untuk bertahan hidup hanya 3 bulan. Semua diperkeruh dengan fakta jika kekasih hatinya ternyata sudah punya istri yang lagi mengandung tua. Rentetan peristiwa ini membuat dia melantur saat melihat bintang jatuh. Ia menjerit bila ingin dunia ini hancur saja.
Rupanya di suatu tempat, sosok Kehancuran ini mendengar permintaan Dong Kyung dan merasa bila gadis satu ini menarik. Maka Kehancuran atau Myul Mang (Seo In Guk) menawarkan kontrak untuknya, yakni agar Dong Kyung membuat permintaan untuk menghancurkan dunia, sementara dia sendiri memastikan Dong Kyung tidak merasakan rasa sakit sampai hari kematiannya tiba. Di sisi lain Na Ji Na (Shin Do-hyun), salah satu penulis sekaligus sahabat Dong Kyung, dibuat bimbang untuk memilih cinta pertama (Kang Tae-oh) atau ciuman pertamanya (Lee Soo Hyuk). Semua konflik dari kisah tokoh-tokoh ini datang dan pergi, terutama Dong Kyung dan Myul Mang yang tidak bisa lari dari takdir mereka.
MY OPINION
Perlu diketahui, sinopsis yang aku tuliskan sudah jauh lebih singkat dari drama aslinya. Kalian pasti tahu bagaimana drama Korea berjalan. Satu kisah yang dikemas menjadi 16 episode dengan durasi hampir satu jam di tiap bagiannya. Banyak jatuh bangun dan banyak pula part yang dibuat agar para penonton makin mengenal dan simpati juga pada tiap pemainnya.
Aku paling gemas dengan kisah cinta segitiga Na Ji Na. Rasanya fokusku terbagi ke dunia Ji Na, cewek tangguh yang punya harga diri tinggi itu. Menarik karena ada elemen second-lead syndrome yang kuat, kita jadi bertanya-tanya dengan siapa Na Ji Na akan berakhir. Cukup kecewa, realita endingnya berbeda dengan apa yang aku tebak sebelumnya. Namun dengan itu, drama ini malah mengingatkan kita dan memberi banyak nilai moral dan pesan tersirat yang harus kita lakukan di dalam hidup.
Pasangan utama juga lucu. Lagi-lagi dua makhluk yang dimainkan dengan takdir dan diliputi oleh air mata. Mereka berdua dapat chemistry yang diharapkan penonton, cukup membuat iri dan mendumel dalam hati tiap mereka memamerkan kemesraan. Perubahan rotasi yang membedakan dunia asli dengan mimpi juga menjadi hal favorit bagiku, yang sialnya sempat menipu para penonton juga. Tiap karakter punya ciri khas mereka masingmasing-masing yang cukup konsisten dari awal hingga akhir drama. Nilai kekeluargaan ada, persahabatan ada—tentu saja, tidak mungkin dalam episode sebanyak itu fokus ke cinta-cintaan saja. Kadang mengingatkan pada Drama Korea Goblin juga, bedanya drama ini tidak ada teori soal reinkarnasi semacam itu.
Hanya aku tidak suka pace yang lambat dan banyak sekali part yang gampang ditebak. Alur selayaknya film atau drama beda dimensi lainnya (My Demon misalnya). Namun apa boleh buat? Di situ letak serunya, bukan? Seorang perempuan lemah lembut dan rapuh yang menemukan sosok gagah perkasa yang kemudiannya tidak bisa hidup tanpanya.
Setidaknya bagiku drama ini tidak membuang waktuku sia-sia. Aku cukup menikmatinya meski dia gagal membuatku nangis semalaman. Justru buatku terjaga semalaman (karena marathon). Worth to watch!
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Cinema Spells: Review Film The Exorcism of God (Dosa yang Menghantui dan Membunuhmu Perlahan)
- Get link
- X
- Other Apps
Cinema Spells: Review Film Bridge to Terabithia (Imajinasi Indah yang Menemui Gundah)
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment