Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film Jennifer's Body 2009: Ketika Film Horor Jadi Cult-Favorite Para Perempuan

  Source: Wikipedia / Poster Official Jennifer's Body Bayangkan jika seorang wanita cantik dan menawan yang tengah berkencan bersamamu ternyata adalah seorang monster yang ingin melahap dan mencabik-cabik tubuhmu. Semua kengerian dan kebrutalan itu tersembunyi di balik paras paripurna dan badan impian semua wanita. Namun, entah kenapa film ini tidak menyeramkan sama sekali di mataku, atau bahkan di mata wanita-wanita lainnya. Dendam, kecemburuan, serta toxic friendship yang dibungkus dengan visual para casting yang sangat juara. Begitu ikoniknya film ini sampai menjadi inspirasi music video Madison Beer di lagu Make You Mine yang sama addictive -nya. SYNOPSIS Film keluaran 2009 ini berkisah tentang Needy (Amanda Seyfried), gadis culun yang bersahabat dengan Jennifer (Megan Fox) sedari kecil. Sangat berkebalikan dengannya, Jennifer adalah gadis populer yang cantik dan mempunyai banyak teman. Entah apa yang membuat keduanya cocok, tapi persahabatan mereka begitu eratnya. Meski d...

Cinema Spells: Review Film 'A Minecraft Movie' (Dunia Tanpa Batas & Penuh Nostalgia)


​Tak pernah terlintas di benakku kalau Minecraft, gim dengan banyak memori sewaktu kecil, akan diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar. A Minecraft Movie menjadi tajuk utama dalam film berdurasi 1 jam 41 menit ini. Pemilihan pemerannya pun cukup mengejutkan dan diisi nama-nama populer seperti Jack Black, Jason Momoa, dan Emma Myers.

​SYNOPSIS

Film ini mengisahkan Henry (Sebastian Eugene Hansen), seorang anak genius, dan kakaknya, Natalie (Emma Myers), yang harus pindah kota demi pekerjaan sang kakak. Hidup berdua membuat Natalie menjadi sangat protektif, yang tanpa sadar membatasi kreativitas Henry dalam bereksperimen.

​Di sisi lain, ada Garrett "The Garbage Man" Garrison (Jason Momoa), seorang ahli gim yang terlilit utang, serta Dawn (Danielle Brooks), pengusaha properti sekaligus pengelola kebun binatang berjalan yang simpatik. Dawn adalah pemilik rumah yang ditempati Henry dan Natalie, sementara Garrett adalah sosok yang dikagumi Henry sebagai mentor.

​Keempatnya tiba-tiba terlempar melalui portal ke Overworld, dunia Minecraft yang kotak-kotak tanpa batas, di mana kreativitas dibebaskan sepenuhnya. Sayangnya, mereka terjebak dan harus bertahan hidup melawan pasukan Piglin pimpinan Malgosha yang ingin mengubah Overworld menjadi seperti dunia mereka, Nether. Mereka kemudian bertemu Steve (Jack Black), penjelajah senior yang memahami seluk-beluk dunia tersebut. Bersama-sama, mereka berperang melawan penghuni Nether—mulai dari Skeleton, Creeper, hingga Zombie—demi menyelamatkan Overworld.

​MY OPINION

Sebagai penonton yang menghargai plot dan backstory, aku cukup kaget dan sedikit kecewa dengan hasil garapan Warner Bros. Pictures dan Legendary Pictures ini. Namun, justru itulah yang membuat A Minecraft Movie unik. Film ini terasa absurd dan kocak, seolah dibuat tanpa tujuan naratif yang kuat meski menghabiskan biaya produksi sekitar USD 150 juta (Rp2,4 triliun). Anggaran sebesar itu terasa kontras dengan dialog yang sering kali tanpa arah, terutama pada adegan kepala sekolah Henry dan Villager yang muncul tiba-tiba.

​Meski plot dan chemistry antartokoh terasa berantakan, aku sangat menyukai visualisasi dunia Overworld yang dipadukan dengan tokoh real-life. Bayanganku soal Minecraft tercurahkan dengan sempurna: interaksi Villager, pemandangan alamnya, elemen seperti lever dan mining train, hingga perilaku monster-monsternya. Semuanya sukses membuatku rindu bermain gim ini lagi.

​Membangun alur dari gim yang backstory-nya minim memang tantangan besar. Film ini sepertinya memang menyasar penonton anak-anak dan remaja. Bagi penonton dewasa, film ini mungkin terasa membingungkan, cringe, atau bahkan seperti kumpulan shitpost dan meme. Namun, bagi banyak fans, film ini tetap memikat. Faktanya, film ini sukses menjadi film terlaris kedua pada tahun 2025 dan adaptasi gim terlaris kedua sepanjang masa setelah The Super Mario Bros. Movie.

Tentu film ini bukan menjadi hal yang favorit bagiku. Untuk kelompok orang yang bisa enjoy film tanpa ingin mendapatkan sesuatu yang berarti atau hanya penasaran, tidak ada salahnya menonton film ini. Lumayan menghibur dan mengisi hari. Melainkan untuk kelompok orang yang mengharapkan dan ingin menyaksikan sebuah masterpiece, film kali ini tidak aku sarankan. Cukup ditonton satu kali. 


Kabar-kabarnya mereka sudah menyiapkan sekuel dari film ini. Aku cukup penasaran dan sepertinya tertarik untuk menonton, sih, haha. Mari kita nantikan apa yang mereka sajikan nanti!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.