Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells | Review Film Drawing Closer 2024: Menghadapi Takdir Bersama Air Mata

CInema Spells Review Drawing Closer
Souce: imdb / Poster Official Drawing Closer


Ternyata benar adanya jika pertemuan kita pada tiap insan bukan tanpa alasan. Bahkan mungkin, alasan kenapa kita terlahirkan demi untuk suatu pertemuan. Begitu indah dan menyedihkan di saat yang bersamaan sampai-sampai tak sanggup untuk dirasakan. Kisah itu Takahiro Miki kemas sedemikian rupa sampai menghasilkan air mata setelah menyaksikan film yang dia sutradarai, Drawing Closer (余命一年の僕が、余命半年の君と出会った話, Yomei Ichinen no Boku ga, Yomei Hantoshi no Kimi to Deatta Hanashi).

SYNOPSIS

Kisah berawal dari Akihito Hayasaka (Ren Nagase) yang putus asa oleh keadaannya, tumor jantung yang dideritanya padahal dia punya banyak mimpi sebagai pelukis berbakat. Karena kecil hati, dia pesimis dan ketakutan lebih lagi saat mendapat informasi hidupnya hanya diestimasi satu tahun lagi. Saat ia ingin mengakhiri hidupnya di atap rumah sakit, dia teralihkan oleh suara pensil yang jatuh. Rupanya seorang gadis yang tengah mewarnai sesuatu di bangku kayu di atap yang sama.

Gadis itu, Haruna Mori (Natsuki Deguchi) yang ternyata mengidap penyakit langka sehingga dia pun hanya punya 6 bulan yang tersisa. Namun Akihito penasaran dengan Haruna yang terlihat tabah dan bahkan menyambut kematiannya dengan besar hati. Ternyata dia menggambar bayangannya soal surga dan tak sabar ke sana. Entah kenapa Akihito merasa jika Haruna bisa membuatnya termotivasi, atau setidaknya Akihito ingin tahu alasan apa yang membuat gadis itu begitu tenang saat tahu hidupnya di ambang kematian.

Akihito pun tiap hari mengunjungi Haruna. Bahkan punya ide untuk membawakan bunga sebagai buah tangan menjenguk Haruna. Penjual itu merekomendasikan bunga gerbera dan hampir tiap minggu Akihito ke sana untuk membawakan lima bunga gerbera yang punya makna "harapan". Lama kelamaan itu seperti ritual untuk Akihito mengunjungi Haruna yang begitu lemah dan tidak bisa meninggalkan rumah sakit.

Jatuh cinta karena terbiasa, atau mungkin karena keindahan jiwa Haruna, Akihito bahkan berjanji untuk menonton kembang api pada tanggal 8 Agustus. Namun sayangnya tiba-tiba kondisi Akihito kambuh dan dia tak sadarkan diri selama seminggu. Ia bahkan tak bisa menemui Haruna untuk menonton kembang api bersama. Untuk membayar janjinya, Akihito membawa Eri (Mayu Yokota), teman lama Haruna yang sudah tak lama kontak lagi.

Akihito pun harus merelakan waktunya, kesempatan untuk operasi, demi berinteraksi dengan Haruna di tiga bulan terakhir hidupnya. Mampukah mereka melampaui waktu yang dokter perkirakan untuk mereka?

MY OPINION

Kisah yang begitu menyesakkan dan menyisakan sembilu dalam hati. Bisa-bisanya dua insan yang membuatku begitu mengkasihani dan simpati segitunya. Beberapa kejadian yang seolah-olah ingin membuat mereka menyalahkan takdir. Namun aku suka bagaimana mereka tak pernah menyalahkan kehendak Tuhan, melainkan berserah dan fokus melakukan hal-hal penuh makna di sisa hidup mereka.

Aku juga sangat kagum dengan karakter Eri yang begitu tulus dan kuat hati menghadapi takdirnya. Begitu suportif dan tulus di berbagai kesempatan. Jenis teman yang mendukung kita apa pun yang terjadi. Menemani di titik terendah sekalipun.

Makna dan cerita tentang bunga gerbera juga begitu indah tapi juga sedih di saat yang bersamaan. Menyayat hati, tapi juga sekaligus membuatku bertanya, "When yah?". Karakter Akihito) yang penuh effort dan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan Haruna, meski dia pun butuh perhatian dan cinta juga. Begitu indah perhatian yang tak minta balasan. Membuatku mendambakan kapan aku bisa mendapat laki-laki seindah dan setulus dia (yang sehat jasmani rohani, huhu).

Worth to watch! Merekomendasikan tisu sebagai teman menyaksikan. Saranku tidak perlu makanan sebagai teman, apalagi mulai pertengahan karena nanti tidak akan fokus huhu.

 


Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.