Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells | Review Film The Substance 2024: Insecurity yang Membunuh dengan Cara Mengerikan

 

Poster Film The Substance 2024 Body Horror
Source: ArapahoeNews / The Substance Poster Official

Ternyata saat insecurity dibalut dengan bumbu body horror yang menjijikkan, ia bisa menjadi momok yang lebih mengerikan dari hantu jenis apa pun. Lagi-lagi, ini adalah film body horror yang sukses menghilangkan nafsu makan dan menghantui kalian setelah menontonnya. Dicampur dengan sedikit sentuhan science fiction, film The Substance (2024) ini seolah-olah ikut meneror mental kita sebagai penonton.

SYNOPSIS

Film ini bercerita tentang aktris lawas bernama Elisabeth Sparkle (Demi Moore) yang lama-kelamaan merasa tidak laku lagi karena sudah termakan usia. Agensinya, dipimpin oleh bos pria yang vulgar, menginginkan aktris baru yang muda dan pastinya lebih menarik untuk mengikuti perkembangan zaman. Elisabeth pun dipecat, dan pihak agensi mulai mencari talent baru untuk proyek mereka. Ia sempat mengalami kecelakaan karena pikirannya keruh setelah mendapat semua kenyataan pahit itu.

Seolah menjawab keresahannya, pasca kecelakaan, Elisabeth mendapatkan sebuah tawaran misterius tentang The Substance, hal yang mungkin akan mengubah hidupnya. Hal tersebut berawal dari rahasia di sebuah laboratorium medis yang menganggap Elisabeth adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini. Karena rasa penasaran dan putus asa, Elisabeth membuka instruksi lewat flashdisk dan tanpa pikir panjang, ia memesan produk tersebut.

Entah karena keajaiban atau kemajuan peradaban yang gila, selepas menginjeksi cairan itu ke tubuhnya, ia mengalami efek aneh lalu tak sadarkan diri. Kemudian, "versi lain" dirinya keluar dari tubuh lamanya. Seolah-olah dirinya lahir kembali dengan tubuh dan pikiran yang berbeda—namun kali ini jauh lebih muda, cantik, dan seksi.

Syaratnya mutlak: keduanya hanya bisa muncul bergantian selama seminggu sekali, kemudian harus bertukar tubuh lagi. Keseimbangan adalah kunci. Pribadi yang baru tidak boleh muncul lebih dari seminggu, atau tubuh lamanya perlahan akan membusuk karena nutrisinya "dicuri" oleh versi mudanya.

Pribadi yang baru, Sue (Margaret Qualley), kemudian mendaftar di agensi yang sama dengan Elisabeth. Dia langsung mendapatkan pekerjaan itu karena sesuai dengan kriteria ketua agensi yang serakah dan mata keranjang. Sue pun mulai menikmati hidupnya dan sangat bahagia memiliki tubuh serta penampilan yang begitu sempurna.

Akan tetapi, lambat laun Sue mulai egois. Ia terlena dengan kemilau dunia hingga melupakan konsekuensi terhadap tubuh aslinya. Hingga saat itulah, semua teror mulai muncul secara perlahan dan berujung sangat mengerikan.

MY OPINION

Beberapa kali film ini lewat di media sosial dan direkomendasikan teman-teman pecinta horor. Rupanya, film ini memang seseru dan semencengangkan itu! Aku sangat suka dengan visual yang disajikan—bagaimana vibe warna antara Sue dan Elisabeth sangat kontras. Warna-warna pastel yang cerah dan vibrant untuk Sue, kontras dengan suasana suram dan menyedihkan untuk sosok Elisabeth asli. Aku juga suka teknik penyuntingannya (fast cuts) yang membuat beberapa bagian film tampak sangat stylish dan modern.

Aku sempat jatuh cinta dengan aktris Margaret Qualley yang memainkan karakter Sue. Dia sangat cantik, tapi cantik yang unik dan tak pasaran. Wajahnya sukses mencuri perhatianku sepanjang film berjalan. Apresiasi sebesar-besarnya juga untuk Coralie Fargeat selaku sutradara yang sukses membuat para penonton bergidik ngeri, jijik, iba, sekaligus sebal secara bersamaan. Terutama di bagian ending yang sangat brutal dan disturbing.

Worth to watch! Tapi ingat satu pesan dariku: Jangan berani-beraninya makan saat menonton film gila satu ini!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.