Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film Jennifer's Body 2009: Ketika Film Horor Jadi Cult-Favorite Para Perempuan

  Source: Wikipedia / Poster Official Jennifer's Body Bayangkan jika seorang wanita cantik dan menawan yang tengah berkencan bersamamu ternyata adalah seorang monster yang ingin melahap dan mencabik-cabik tubuhmu. Semua kengerian dan kebrutalan itu tersembunyi di balik paras paripurna dan badan impian semua wanita. Namun, entah kenapa film ini tidak menyeramkan sama sekali di mataku, atau bahkan di mata wanita-wanita lainnya. Dendam, kecemburuan, serta toxic friendship yang dibungkus dengan visual para casting yang sangat juara. Begitu ikoniknya film ini sampai menjadi inspirasi music video Madison Beer di lagu Make You Mine yang sama addictive -nya. SYNOPSIS Film keluaran 2009 ini berkisah tentang Needy (Amanda Seyfried), gadis culun yang bersahabat dengan Jennifer (Megan Fox) sedari kecil. Sangat berkebalikan dengannya, Jennifer adalah gadis populer yang cantik dan mempunyai banyak teman. Entah apa yang membuat keduanya cocok, tapi persahabatan mereka begitu eratnya. Meski d...

Cinema Spells | Review Film The Substance 2024: Insecurity yang Membunuh dengan Cara Mengerikan

 

Poster Film The Substance 2024 Body Horror
Source: ArapahoeNews / The Substance Poster Official

Ternyata saat insecurity dibalut dengan bumbu body horror yang menjijikkan, ia bisa menjadi momok yang lebih mengerikan dari hantu jenis apa pun. Lagi-lagi, ini adalah film body horror yang sukses menghilangkan nafsu makan dan menghantui kalian setelah menontonnya. Dicampur dengan sedikit sentuhan science fiction, film The Substance (2024) ini seolah-olah ikut meneror mental kita sebagai penonton.

SYNOPSIS

Film ini bercerita tentang aktris lawas bernama Elisabeth Sparkle (Demi Moore) yang lama-kelamaan merasa tidak laku lagi karena sudah termakan usia. Agensinya, dipimpin oleh bos pria yang vulgar, menginginkan aktris baru yang muda dan pastinya lebih menarik untuk mengikuti perkembangan zaman. Elisabeth pun dipecat, dan pihak agensi mulai mencari talent baru untuk proyek mereka. Ia sempat mengalami kecelakaan karena pikirannya keruh setelah mendapat semua kenyataan pahit itu.

Seolah menjawab keresahannya, pasca kecelakaan, Elisabeth mendapatkan sebuah tawaran misterius tentang The Substance, hal yang mungkin akan mengubah hidupnya. Hal tersebut berawal dari rahasia di sebuah laboratorium medis yang menganggap Elisabeth adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini. Karena rasa penasaran dan putus asa, Elisabeth membuka instruksi lewat flashdisk dan tanpa pikir panjang, ia memesan produk tersebut.

Entah karena keajaiban atau kemajuan peradaban yang gila, selepas menginjeksi cairan itu ke tubuhnya, ia mengalami efek aneh lalu tak sadarkan diri. Kemudian, "versi lain" dirinya keluar dari tubuh lamanya. Seolah-olah dirinya lahir kembali dengan tubuh dan pikiran yang berbeda—namun kali ini jauh lebih muda, cantik, dan seksi.

Syaratnya mutlak: keduanya hanya bisa muncul bergantian selama seminggu sekali, kemudian harus bertukar tubuh lagi. Keseimbangan adalah kunci. Pribadi yang baru tidak boleh muncul lebih dari seminggu, atau tubuh lamanya perlahan akan membusuk karena nutrisinya "dicuri" oleh versi mudanya.

Pribadi yang baru, Sue (Margaret Qualley), kemudian mendaftar di agensi yang sama dengan Elisabeth. Dia langsung mendapatkan pekerjaan itu karena sesuai dengan kriteria ketua agensi yang serakah dan mata keranjang. Sue pun mulai menikmati hidupnya dan sangat bahagia memiliki tubuh serta penampilan yang begitu sempurna.

Akan tetapi, lambat laun Sue mulai egois. Ia terlena dengan kemilau dunia hingga melupakan konsekuensi terhadap tubuh aslinya. Hingga saat itulah, semua teror mulai muncul secara perlahan dan berujung sangat mengerikan.

MY OPINION

Beberapa kali film ini lewat di media sosial dan direkomendasikan teman-teman pecinta horor. Rupanya, film ini memang seseru dan semencengangkan itu! Aku sangat suka dengan visual yang disajikan—bagaimana vibe warna antara Sue dan Elisabeth sangat kontras. Warna-warna pastel yang cerah dan vibrant untuk Sue, kontras dengan suasana suram dan menyedihkan untuk sosok Elisabeth asli. Aku juga suka teknik penyuntingannya (fast cuts) yang membuat beberapa bagian film tampak sangat stylish dan modern.

Aku sempat jatuh cinta dengan aktris Margaret Qualley yang memainkan karakter Sue. Dia sangat cantik, tapi cantik yang unik dan tak pasaran. Wajahnya sukses mencuri perhatianku sepanjang film berjalan. Apresiasi sebesar-besarnya juga untuk Coralie Fargeat selaku sutradara yang sukses membuat para penonton bergidik ngeri, jijik, iba, sekaligus sebal secara bersamaan. Terutama di bagian ending yang sangat brutal dan disturbing.

Worth to watch! Tapi ingat satu pesan dariku: Jangan berani-beraninya makan saat menonton film gila satu ini!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.