Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Cinema Spells | Review Film Gonjiam: Haunted Asylum 2018: Malapetaka yang Datang Karena Diminta
![]() |
| Souce: imdb / Poster Official Gonjiam: Haunted Asylum |
Film satu ini termasuk film horor yang paling mencekam dan meninggalkan trauma tersendiri bagi aku. Found footage yang terasa begitu orisinal dan plot yang berubah drastis dari ringan menjadi brutal sampai akhir durasinya. Film yang membuat aku merinding bahkan saat sekilas melihat cuplikannya. Kuakui bahkan waktu tidak bisa menghapus kengerian visual dan sensasi yang sempat terasa. Mungkin salahku juga karena memutuskan menonton film tahun 2018 dengan judul Gonjiam: Haunted Asylum ini seorang diri.
SYNOPSIS
Film diawali dengan sekelompok orang yang punya ide untuk uji nyali dan membuat konten live streaming di bangunan yang terkenal begitu angker dan terkutuk. Bangunan itu adalah Rumah Sakit Jiwa Gonjiam yang terkenal akan kengeriannya sampai siapapun dilarang untuk menjamah tempat itu. Sudah ditutup total, terlebih setelah rumor-rumor maut dan kejadian misterius yang menimpa gedung itu. Tak mengindahkan semua kenyataan itu, Ha-Joon (Wi Ha-joon) dengan beberapa orang yang terpilih dan mendaftar uji nyali dengan tawaran uang itu tetap nekat mendatangi gedung terkutuk yang menjadi awal malapetaka mereka.
Mereka awalnya menikmati dan begitu excited untuk menelusuri titik demi titik, ruang demi ruang yang ada. Bahkan ada beberapa yang bersikap tak senonoh atau menghina makhluk halus di sana, begitu percaya bila mereka sepenuhnya aman dan hantu yang dirumorkan memang tidak ada.
Ada 6 orang yang memasuki gedung, sementara Ha-Joon tetap tinggal di tenda yang dia buat di luar gedung untuk mengatur banyak kamera yang merekam secara langsung live streaming mereka. Ha-Joon-lah yang mengamati pergerakan demi pergerakan rekan-rekannya; dia juga tokoh yang cukup egois karena tidak segera menghentikan aksi tersebut meski situasi sudah membahayakan nyawa mereka semua demi mengejar viewers.
Perlahan tapi pasti, teror demi teror datang dan mulai membuat mereka semua tidak nyaman. Dari temuan mengerikan, gangguan suara-suara, sampai salah satu dari mereka diseret dan disiksa di suatu ruangan. Semua peristiwa yang membuat bulu kuduk merinding atau suara jeritan mulai kerap terjadi. Sampai akhirnya, tak satupun dari mereka tersisa dan bisa keluar dari sana hidup-hidup.
MY OPINION
Menurutku, film ini sudah sangat bagus. Walau aku pertama kali menontonnya beberapa tahun lalu, tapi kualitas dan kengeriannya masih terasa sampai sekarang. Film yang begitu sempurna dari segi plot dan pacing-nya. Emosi dan rasa takut bercampur jadi satu. Bahkan ada satu scene (saat salah satu karakter mengalami possession dengan gumaman cepat dan mata hitam) yang membuatku membeku ketakutan alias merinding maksimal saat menyaksikannya.
Film ini tidak cocok untuk disaksikan seorang penakut atau paranoid, karena sungguh kalian pasti akan menyesal menontonnya. Namun bagi orang yang gemar menguji adrenalin, film ini bisa jadi pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu kalian. Bahkan kualitas film ini bisa disandingkan dengan film Thailand yang cukup populer pada tahun 2021, The Medium, yang memiliki konsep found footage serupa. Worth to watch!
Popular Posts
Cinema Spells: Review Film The Exorcism of God (Dosa yang Menghantui dan Membunuhmu Perlahan)
- Get link
- X
- Other Apps
Cinema Spells: Review Film Bridge to Terabithia (Imajinasi Indah yang Menemui Gundah)
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment