Skip to main content

Featured

Cinema Spells | Review Film The Medium 2023: Pengamatan yang Berujung Pembantaian

Source: iMDb / Poster Official The Medium Sebelumnya saat review film Gonjiam: Haunted Asylum aku sempat menyinggung film found-footage yang memiliki kengerian yang sama. Yup, The Medium (2021) yang sama mengerikan dan membuat merinding. Memang efeknya tidak sedramatis Gonjiam: Haunted Asylum yang meninggalkan trauma tersendiri. Akan tetapi film satu ini sangat cukup meninggalkan kengerian dan punya plot menarik karena sedari awal kita dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi. SYNOPSIS Film ini berawal dari kru dokumenter yang awalnya ingin meliput kehidupan seorang dukun (dukun perempuan) bernama Nim di wilayah Isan, Thailand. Nim terpilih menjadi medium bagi dewa lokal bernama Bayan , posisi yang sebenarnya dulu ditolak oleh kakaknya, Noi . Namun, fokus kamera beralih saat mereka melihat keponakan Nim yang bernama Mink (Narilya Gulmongkolpech) mulai menunjukkan perilaku aneh. Awalnya kru dokumenter meliput Mink karena mereka menduga Mink sedang dalam proses tr...

Cinema Spells | Review Film Wish 2023: Memperjuangkan Hak dan Kesejahteraan dari Sudut Pandang Perempuan


Cinema Spells Review Wish
Souce: Wikipedia / Poster Official Wish


Tahukah kalian pada tahun 2023, Disney merilis film menarik soal seorang gadis yang berusaha memperjuangkan haknya? Pasti kebanyakan dari kalian tidak tahu atau bahkan tidak pernah mendengar sedikitpun soal film satu ini. Film yang cukup underrated padahal plotnya lumayan seru dan greget. Film berjudul Wish dengan durasi 95 menit ini berhasil mencuri perhatianku sampai akhir.

SYNOPSIS (SPOILER ALERT!)

Asha (Ariana DeBose) adalah seorang gadis muda yang bekerja sebagai tour guide saat turis-turis datang ke kerajaannya. Kerajaannya adalah tempat ajaib dan menarik bagi banyak orang, terutama orang dari mancanegara. Kerajaan Rosas memiliki raja bernama Magnifico (Chris Pine) yang menjadi idola banyak orang karena kemampuannya untuk menyimpan dan mengabulkan permohonan rakyatnya. Setiap rakyatnya yang sudah berusia 18 tahun akan menyerahkan permohonan mereka, kemudian setiap bulan sang Raja akan mengadakan upacara untuk mengabulkan satu permintaan rakyat yang terpilih.

Jelas hal itu terdengar sangat menyenangkan dan magis. Maka dari itu banyak sekali orang yang mengidolakan Raja Magnifico. Orang-orang pun begitu menghormati dan mencintai raja mereka itu. Sampai suatu saat, Asha berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung menemui Raja Magnifico untuk menjadi magang/asisten pribadinya. Jelas Asha begitu excited dan gugup karena sosok yang dia idolakan akan ia temui.

Namun semua bayangan indahnya soal Raja Magnifico langsung menguap begitu Asha sadar bahwa selama ini Raja Magnifico berbuat egois. Dia bukan sekadar mengumpulkan impian, tapi "menyandera" impian tersebut. Rakyat yang sudah menyerahkan mimpinya akan lupa pada keinginan terdalam mereka, dan sang Raja tidak akan pernah mengabulkan permintaan yang ia anggap bisa mengancam kekuasaannya. Jelas Asha tidak menyukai kenyataan itu, terlebih saat melihat keinginan kakeknya, Sabino, yang sudah berusia 100 tahun namun tidak pernah dikabulkan. Padahal keinginannya sederhana, hanya ingin menginspirasi orang lain lewat musiknya.

Maka Asha dengan berani mulai menentang dan melawan rajanya untuk membela hak banyak orang. Melalui bantuan sebuah bintang ajaib bernama Star, ia menghadapi banyak cobaan yang bisa membuatnya kehilangan tempat tinggal, sahabat, bahkan keluarganya sendiri. Sanggupkah Asha melalui semuanya?

MY OPINION

Film ini jelas jauh berbeda dengan cerita-cerita Disney sebelumnya, terutama di tahun-tahun awal kejayaan mereka. Jauh dari kesan perempuan lemah-lembut ataupun kalem, karakter Asha dibuat untuk menggambarkan perempuan yang begitu kuat, independen, dan berani ambil risiko. Hampir serupa dengan Merida di Brave (2012) ataupun Moana (2016), mereka membawa vibe perjuangan yang sama.

Hal terfavorit dari film ini adalah visual dan grafisnya yang terasa begitu beda jika dibandingkan dengan film Disney lainnya. Wish menggunakan gaya watercolor yang dipadukan dengan animasi 3D, memberikan kesan seperti melihat buku dongeng yang hidup. Memang plotnya tidak begitu baru, banyak ide yang tampak familiar. Namun masih bisa dinikmati dan menyenangkan karena ada karakter yang cukup menggemaskan (seperti Valentino si kambing kecil) dan dinamika karakter yang memuaskan. Harapannya Disney bisa membuat cerita-cerita unik yang terasa jauh lebih baru ke depannya, dengan elemen yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Not too fine but still, worth to watch!

Comments

About Us | Contact | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status

© 2026 CINEMA SPELLS. All Rights Reserved.